Rabu, 05 November 2025

Perjalanan Rasa di Tanah Sai Bumi Ruwa Jurai: Menyusuri Kuliner Khas Lampung

 Lampung, provinsi di ujung selatan Pulau Sumatra ini, bukan hanya terkenal dengan pantainya yang indah dan kopinya yang nikmat, tapi juga punya beragam kuliner tradisional dengan cita rasa khas — perpaduan gurih, pedas, dan asam segar.

Yuk, kita jelajahi delapan makanan khas Lampung yang siap menggoyang lidah!




Seruit

Seruit adalah ikon kuliner Lampung, terkenal di seluruh Sumatra. Hidangan ini biasanya menggunakan ikan sungai seperti patin, baung, atau mas yang dibakar hingga harum. Yang membuat Seruit istimewa adalah sambal tempoyaknya, yaitu sambal yang dicampur dengan durian fermentasi khas Lampung. Biasanya disajikan dengan lalapan segar dan nasi hangat.

Resep :

  • Bersihkan ikan sungai, lumuri dengan garam, merica, dan perasan jeruk nipis. Diamkan 10–15 menit.

  • Bakar ikan di atas arang hingga matang dan permukaan agak kecokelatan.

  • Sambal tempoyak: ulek cabai rawit, terasi bakar, garam, gula, dan tempoyak.

  • Sajikan ikan bersama sambal, lalapan, dan nasi hangat.




Gulai Taboh

Gulai Taboh adalah masakan khas Lampung berbahan dasar ikan air tawar (biasanya ikan mas, ikan nila, atau ikan sungai lainnya) yang dimasak dengan kuah santan kaya rempah. Gulai ini memiliki rasa gurih, sedikit pedas, dan aroma yang harum dari campuran bumbu tradisional seperti serai, lengkuas, daun jeruk, dan kemiri. Gulai Taboh biasanya disantap dengan nasi hangat, menjadikannya hidangan yang lezat dan menenangkan.

Resep  Gulai Taboh

Bahan-bahan:

  • 500 gr ikan air tawar, bersihkan dan potong-potong

  • 500 ml santan kental

  • 2 lembar daun jeruk

  • 2 batang serai, memarkan

  • 2 cm lengkuas, memarkan

  • 3 sdm minyak untuk menumis

Bumbu Halus:

  • 5 siung bawang merah

  • 3 siung bawang putih

  • 3 buah cabai merah (sesuai selera pedas)

  • 2 butir kemiri, sangrai

  • 1 sdt ketumbar

  • Garam dan gula secukupnya

Cara Memasak:

  1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama serai, lengkuas, dan daun jeruk hingga harum.

  2. Masukkan santan, aduk perlahan agar santan tidak pecah.

  3. Tambahkan ikan, masak dengan api kecil hingga ikan matang dan kuah mengental.

  4. Koreksi rasa dengan garam dan gula.

  5. Sajikan hangat dengan nasi putih.




                                                                    Sate Ikan Tuhuk
Sate Ikan Tuhuk adalah sate khas Lampung yang terbuat dari ikan air tawar, biasanya ikan sungai lokal yang digiling atau dipotong dadu, kemudian dibumbui dengan rempah tradisional. Bedanya dengan sate biasa, Ikan Tuhuk biasanya disajikan dengan bumbu kacang atau sambal pedas yang khas Lampung, memberikan rasa gurih, pedas, dan aromatik sekaligus. Sate ini sering dijadikan camilan, lauk nasi, atau hidangan saat acara keluarga.

Resep  Sate Ikan Tuhuk

Bahan-bahan:

  • 500 gr ikan air tawar (misal: ikan mas atau nila), bersihkan dan potong dadu

  • 2 sdm minyak untuk menumis

  • Tusuk sate secukupnya

Bumbu Halus:

  • 3 siung bawang putih

  • 5 siung bawang merah

  • 3 buah cabai merah (sesuai selera)

  • 1 sdt ketumbar

  • Garam dan gula secukupnya

Bumbu Pelengkap (opsional):

  • 50 gr kacang tanah, sangrai, haluskan untuk sambal kacang

  • 2 sdm kecap manis

  • Air secukupnya

Cara Membuat:

  1. Haluskan bumbu, tumis dengan minyak hingga harum.

  2. Lumuri potongan ikan dengan bumbu, diamkan 15–30 menit agar meresap.

  3. Tusuk ikan pada tusuk sate.

  4. Bakar sate di atas bara api atau panggangan, sambil sesekali diolesi sisa bumbu hingga matang dan berwarna kecokelatan.

  5. Sajikan dengan sambal kacang atau kecap manis sesuai selera.



                                                                           Engkak Ketan

Engkak Ketan adalah kue tradisional Lampung yang terbuat dari tepung ketan, gula, dan santan, sehingga teksturnya kenyal dan legit. Biasanya kue ini dipanggang hingga permukaannya sedikit kecokelatan dan beraroma harum. Engkak Ketan sering disajikan sebagai camilan atau hidangan khas saat acara adat dan perayaan di Lampung. Rasanya manis, gurih, dan sedikit wangi dari santan serta bahan pelengkap seperti keju atau kacang yang kadang ditaburkan di atasnya.

Resep Engkak Ketan

Bahan-bahan:

  • 200 gr tepung ketan

  • 150 gr gula pasir atau gula merah (sesuai selera)

  • 200 ml santan kental

  • 2 butir telur

  • 50 gr margarin, lelehkan

  • Sejumput garam

  • Keju parut atau kacang sangrai (opsional, untuk taburan)

Cara Membuat:

  1. Panaskan oven pada suhu 180°C.

  2. Campur tepung ketan dan garam, aduk rata.

  3. Kocok telur dan gula hingga larut, kemudian masukkan santan dan margarin leleh. Aduk rata.

  4. Masukkan campuran tepung ketan, aduk hingga adonan kalis dan rata.

  5. Tuang adonan ke loyang yang sudah dioles margarin atau dialasi kertas roti.

  6. Taburi dengan keju parut atau kacang jika suka.

  7. Panggang selama 25–30 menit hingga matang dan permukaan sedikit kecokelatan.

  8. Angkat, dinginkan, potong-potong, dan sajikan.




                                                                    Kopi Lampung

Kopi Lampung adalah salah satu kopi unggulan Indonesia yang berasal dari dataran tinggi Lampung. Kopi ini terkenal karena aroma yang harum, rasa yang kuat dan sedikit pahit, serta aftertaste yang lembut. Kopi Lampung umumnya berasal dari varietas Arabika maupun Robusta, dengan biji yang diproses secara tradisional atau semi-washed. Minuman ini populer di kalangan pecinta kopi lokal maupun turis, dan sering disajikan sebagai kopi tubruk khas Indonesia.

Cara Menikmati Kopi Lampung (Resep Tradisional Kopi Tubruk)

Bahan-bahan:

  • 2 sdm bubuk kopi Lampung (pilih biji yang baru digiling untuk aroma lebih kuat)

  • 200 ml air panas

  • Gula pasir atau gula aren secukupnya (opsional)

Cara Membuat:

  1. Didihkan air, lalu tuang secukupnya ke cangkir untuk memanaskan cangkir. Buang airnya.

  2. Masukkan bubuk kopi ke cangkir.

  3. Tuang air panas (sekitar 90–95°C) ke cangkir berisi kopi, aduk rata.

  4. Tambahkan gula sesuai selera.

  5. Diamkan 1–2 menit agar ampas kopi mengendap di dasar cangkir.

  6. Nikmati kopi Lampung hangat, biasanya diseruput perlahan untuk menikmati aroma dan rasa khasnya.



                                                                    Benjak Enjak

Benjak Enjak adalah kue tradisional Lampung yang terbuat dari beras ketan, kelapa parut, dan gula merah. Teksturnya kenyal dan sedikit lengket, dengan rasa manis dan aroma khas gula merah serta kelapa. Biasanya kue ini dibungkus dengan daun pisang atau disajikan langsung di atas piring kecil. Benjak Enjak sering dijadikan camilan saat minum teh atau kopi, dan juga menjadi salah satu jajanan khas di pasar tradisional Lampung.

Resep  Benjak Enjak

Bahan-bahan:

  • 200 gr beras ketan, rendam 2 jam lalu tiriskan

  • 150 gr gula merah, serut halus

  • 100 gr kelapa parut kasar

  • Sejumput garam

  • Daun pisang untuk membungkus (opsional)

Cara Membuat:

  1. Kukus beras ketan hingga matang dan lunak.

  2. Campur kelapa parut dengan garam, aduk rata.

  3. Ambil sejumput beras ketan, pipihkan, beri gula merah di tengah, lalu bungkus dengan kelapa parut. Bisa juga dibungkus daun pisang agar lebih harum.

  4. Kukus kembali selama 10–15 menit agar semua bahan menyatu.

  5. Angkat, dinginkan sejenak, lalu sajikan.



                                                                           Keripik Pisang

Keripik Pisang adalah camilan tradisional Lampung yang terbuat dari irisan tipis pisang yang digoreng hingga renyah dan diberi rasa manis atau gurih. Rasanya renyah, manis, dan aroma pisang khasnya tetap terasa. Keripik pisang Lampung banyak dijadikan oleh-oleh karena tahan lama dan cocok untuk menemani teh atau kopi. Varian rasanya beragam, mulai dari original, manis, cokelat, hingga pedas gurih.

Resep  Keripik Pisang

Bahan-bahan:

  • 5 buah pisang kepok atau pisang raja, pilih yang matang tapi agak keras

  • Minyak goreng secukupnya

  • 3 sdm gula pasir (untuk varian manis)

  • Sejumput garam (untuk varian gurih)

Cara Membuat:

  1. Kupas pisang, iris tipis menggunakan pisau atau alat pemotong agar seragam.

  2. Panaskan minyak dengan api sedang.

  3. Goreng irisan pisang hingga berwarna keemasan dan renyah. Angkat dan tiriskan.

  4. Taburi gula pasir atau garam sesuai selera saat keripik masih hangat.

  5. Dinginkan sebelum disimpan dalam toples agar tetap renyah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar