Bangka Belitung bukan hanya terkenal dengan pantai-pantai cantiknya dan tambang timahnya, tapi juga dengan ragam kuliner khas yang menggoda selera. Perpaduan budaya Melayu, Tionghoa, dan Nusantara membuat cita rasa masakan di kepulauan ini begitu unik gurih, segar, dan penuh rempah. Yuk, kita jelajahi satu per satu makanan khas Bangka Belitung yang wajib kamu coba!
Mie Koba
Mie Koba adalah hidangan khas dari Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Sekilas mirip mi ayam, tapi kuahnya unik karena berbahan dasar ikan tenggiri segar. Rasanya gurih, ringan, dan harum rempah.
Mi Koba biasanya disajikan dengan topping tauge, daun seledri, bawang goreng, dan perasan jeruk kunci, yang memberi sensasi segar khas Bangka Belitung.
Cita rasanya sederhana namun autentik perpaduan antara gurih kaldu ikan dan segarnya jeruk kunci bikin kamu pengen nambah lagi!
Bahan Utama:
-
300 gram mi kuning basah
-
200 gram ikan tenggiri (rebus dan suwir halus)
-
1 liter air untuk kaldu
-
3 siung bawang putih (haluskan)
-
2 sdm kecap asin
-
1 sdm minyak bawang (opsional)
-
Garam, lada, dan gula secukupnya
Pelengkap:
-
Tauge (disiram air panas)
-
Daun seledri cincang
-
Bawang goreng
-
Jeruk kunci atau jeruk nipis
Cara Membuat:
-
Buat kaldu ikan: Rebus ikan tenggiri hingga matang, angkat dan suwir dagingnya. Saring air rebusannya untuk jadi kaldu.
-
Tumis bawang putih sampai harum, lalu tuang ke dalam kaldu.
-
Tambahkan kecap asin, garam, lada, dan gula. Masak hingga kaldu terasa gurih.
-
Rebus mi kuning sebentar, tiriskan.
-
Sajikan mi dalam mangkuk, tuang kuah panas dan taburi suwiran ikan tenggiri, tauge, daun seledri, dan bawang goreng.
-
Tambahkan perasan jeruk kunci sebelum disantap.
🍴 Tips:
-
Gunakan ikan tenggiri segar agar kuahnya tidak amis.
-
Jangan terlalu lama merebus mi supaya tidak lembek.
-
Bisa tambahkan sambal atau cabe rawit bagi penyuka pedas.
Lakso adalah hidangan mi khas Bangka Belitung yang terbuat dari tepung sagu atau tepung beras, disajikan dengan kuah santan kuning yang gurih dan sedikit pedas. Kuahnya biasanya diberi bumbu kunyit, serai, dan kadang ikan atau udang sebagai tambahan.
Cita rasanya gurih, lembut, dan kaya rempah, cocok disantap untuk sarapan atau makan siang. Lakso menyerupai lontong sayur berkuah santan, tapi menggunakan mi sebagai bahan utama.
Bahan Mi Lakso:
-
200 gram tepung sagu atau tepung beras
-
100 ml air panas
-
Sedikit garam
Bahan Kuah Santan:
-
400 ml santan
-
2 cm kunyit (haluskan)
-
2 batang serai (memarkan)
-
2 lembar daun salam
-
1-2 buah cabai merah (haluskan, opsional)
-
Garam dan gula secukupnya
-
Ikan tenggiri atau udang secukupnya (optional)
Cara Membuat:
-
Buat mi lakso: Campur tepung sagu/beras dengan garam dan air panas, uleni hingga kalis. Bentuk seperti mi panjang atau pipihkan sesuai selera. Rebus sebentar hingga mengapung, tiriskan.
-
Buat kuah santan: Tumis bumbu halus (kunyit dan cabai) bersama serai dan daun salam hingga harum.
-
Tuang santan, masak dengan api kecil sambil diaduk perlahan agar santan tidak pecah. Tambahkan ikan/udang jika digunakan.
-
Beri garam dan gula secukupnya, cicipi hingga rasa gurih dan seimbang.
-
Sajikan mi lakso dalam mangkuk, siram dengan kuah santan panas.
Otak-otak Bangka adalah camilan tradisional dari ikan tenggiri yang dihaluskan, dibumbui rempah khas, lalu dibungkus daun pisang dan dipanggang hingga matang.
Rasanya gurih, harum, dan sedikit manis alami dari ikan segar, dengan aroma daun pisang yang khas. Biasanya disajikan sebagai cemilan atau lauk pendamping nasi, dan sering menjadi oleh-oleh khas Bangka Belitung.
Bahan Utama:
-
300 gram ikan tenggiri fillet (haluskan)
-
2 batang daun bawang, iris halus
-
2 siung bawang putih, haluskan
-
1 sdm gula pasir
-
1 sdt garam
-
1/2 sdt merica bubuk
-
Daun pisang secukupnya untuk membungkus
Cara Membuat:
-
Campur ikan tenggiri halus dengan bawang putih, daun bawang, gula, garam, dan merica. Aduk rata.
-
Ambil selembar daun pisang, letakkan adonan ikan di atasnya, lalu lipat dan sematkan dengan tusuk gigi.
-
Panaskan panggangan atau wajan anti lengket. Panggang otak-otak hingga daun pisang harum dan adonan matang (±10–15 menit).
-
Angkat dan sajikan hangat. Bisa disantap langsung atau dicocol sambal kacang.
Pantiaw adalah hidangan mi khas Bangka Belitung yang dipengaruhi masakan Tionghoa. Mi lebar dan pipih disajikan dengan kuah bening gurih dan biasanya diberi topping ayam, udang, atau sayuran segar.
Rasanya gurih, ringan, dan segar, cocok disantap untuk sarapan atau makan siang. Pantiaw sering menjadi favorit karena tekstur mi yang lembut dan kuahnya yang kaya rasa tanpa terlalu berat.
Bahan Utama:
-
200 gram mi lebar (pantiaw)
-
150 gram ayam fillet, potong tipis
-
100 gram udang, kupas dan bersihkan
-
1 liter kaldu ayam
-
2 siung bawang putih, cincang halus
-
1 sdt kecap asin
-
1 sdt minyak wijen
-
Garam dan merica secukupnya
Pelengkap:
-
Sawi hijau atau selada, rebus sebentar
-
Bawang goreng untuk taburan
-
Daun seledri cincang
Cara Membuat:
-
Tumis bawang putih hingga harum, lalu tuang kaldu ayam.
-
Masukkan ayam dan udang, masak hingga matang. Tambahkan garam, merica, kecap asin, dan minyak wijen.
-
Rebus mi pantiaw sebentar, tiriskan.
-
Sajikan mi dalam mangkuk, tuang kuah panas beserta ayam dan udang.
-
Taburi dengan sayuran, bawang goreng, dan seledri sebelum disantap.
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar